Kamis, 08 November 2012

FF YESUNG - LOVE REALLY HURT

Di Posting --> halysha ashryy di Kamis, November 08, 2012

Title : Love Really Hurt
Author : Halysha Ashry
Cast : -Yesung (super junior)
          - Lee Jihyeon
Genre : Romance

Hallooo my lovely readers ... author amatir comeback lagi nihh dengan FF gajenya ...
haha ,,, mianhae kalau FF ku kali ini sangat-sangat jelek ...
ya udah .. gak usah banyak komentar
Check it out <3<3<3

“Cukup disini pelajaran kita hari ini. Selamat belajar untuk ujian kalian minggu depan.”
“ne, songsaengnim.”
Akhirnya kuliah hari ini selesai juga. Lelah, itulah yang kurasakan. Bagaimana tidak lelah, seminggu ini aku kurang tidur gara-gara harus belajar untuk menghadapi ujian ku. Aku benar-benar harus belajar mati-matian supaya bisa naik kesemester berikutnya.
“yak , kenapa wajah mu terlihat pucat sekali. Apakah kau sakit ?.” tanya lee hyo ri, sahabat karib ku.
“gwaenchanayo ri~ya, aku hanya kelelahan gara-gara stress memikirkan ujian kita minggu depan.” Jawab ku.
“tak usah terlalu kau pikirkan chagi, santai saja. Ne?”
“yakk, berhentilah memanggilku dengan sebutan seperti itu. Menjijikkan !!!.” Protes ku.
“hehehe, aku kan Cuma bercanda. Sudahlah, jangan terlalu kau pikir kan hal itu. Pasti kita akan berhasil dalam ujian kali ini. Fighting lee jihyeon.” Katanya mencoba menenangkan ku.
“ne, gomawo hyo ri~ya.” Kata ku seraya memeluknya. Tiba-tiba, kurasakan ponsel ku bergetar, aku pun segera mengambilnya dari saku baju ku.
“yeoboseyo oppa?”
“hyeon~ah, bisa kah kau datang ke dorm sekarang.”
“memang ada apa oppa?”
“tidak, aku hanya ingin mengajak mu makan malam bersama. Apakah kau bisa kemari?”
“mianhae oppa, aku tak bisa kesana sekarang. Aku ada pekerjaan yang tak dapat ku tunda. Mianhae oppa.”
“benarkah. Kalau begitu, apakah besok kau bisa kesini?”
“baiklah, besok aku akan kesana.”
“ok, akan ku tunggu. Annyeong hyeon~ah.”
Tuuuttt...tuuuutttt...
“siapa yang menelpon mu?” tanya hyo ri.
“ryeowook oppa, aku di suruh ke dorm, tapi aku menolaknya.” Jawab ku.
“kenapa kau tolak, apakah kau tidak rindu dengan namja mu?” godanya.
“siapa yang kau maksud dengan “namja mu”?” tanya ku pura-pura tak tau
“aisshh, kau selalu begitu. Sudah lah hyeon~ah, mata mu tak bisa berbohong. Kau merindukannya kan?” godanya lagi.
“yakk, berhentilah menggoda ku seperti itu.”
“heyy... heyy... wajah mu mulai memerah hyeon~ah.” Katanya sambil memegang ke dua pipi ku.
“berhenti lah menggodaku ri~ya. Sudahlah, kajja kita pulang.” Kata ku kesal.

                                                                         ***                                                                                                        

Huuufffttt, akhirnya aku bisa merebahkan badan ku di tempat tidur ku. Badan ku terasa lelah sekali. Andaikan sekarang aku bertemu dengan yesung oppa, pasti rasa lelah ku akan sedikit berkurang.
“issshh, hyeon~ah. Apa yang sedang kau pikirkan sekarang.” Kata ku sambil mengacak rambut ku.
“sudahlah jangan bermimpi lagi, cinta mu kepada yesung oppa hanya lah cinta sepihak. Tak akan munggkin dia akan membalas cinta mu.” Gumam ku dalam hati

Pikiran seperti itulah yang selalu ada di dalam otak ku. Tapi, semua itu benar. Cinta ku kepadanya hanyalah cinta sepihak. Mungkin, jika aku terlalu menyukainya, nantinya aku akan terluka sendiri. Tapi mau bagaimana lagi, aku tak akan bisa melupakannya. Itu hal tersulit yang tak kan dapat ku lakukan.

 ~@ morning~

Deeerrrrtttt...deeerrrttt... ku dengar ponsel ku bergetar, “isshh, siapa yang mengangguku sepagi ini, hah.” Gerutu ku. Lalu dengan sedikit terpaksa, aku mengambil ponsel ku yang ada di meja sebelah ku. “huh, ternyata hanya SMS.” Lalu aku pun membuka pesan itu.

From : ryeowook oppa

“hyeon~ah, apakah kau jadi kesini hari ini?

“ya tuhan, hampir saja aku lupa. Hari ini kan aku harus ke dorm.” Tanpa berbasa-basi lagi, aku langsung bangun dari tempat tidur ku dan segera bersiap-siap. Setelah semuanya siap, aku pun segera bergegas ke dorm dengan mengunakan bus. Untung saja aku tak ketinggalan bus pagi. Kalau saja ketinggalan, aku harus menunggu lagi selama 2 jam. Tapi, memang hari ini adalah hari sial ku, aku tak mendapatkan tempat duduk di dalam bus. Dan dengan sangat terpaksa, aku pun berdiri sampai pemberhentian berikutnya. “huffttt, kenapa hari ini aku sial sekali.” Gerutu ku.

Setelah beberapa jam, aku pun tiba di depan dorm super junior. Langsung saja aku memencet bel, tapi sudah agak lama aku menunggu tak ada satu pun orang yang datang untuk membukakan pintu. Rasa kesal ku pun mulai bertambah.

“ohhh jihyeon, kau sudah datang.”sambut ryeowook oppa.
“sudah dari tadi oppa, kenapa kau lama sekali membuka pintunya.” Jawab ku.
“mianhae, aku sedang di kamar mandi tadi.”
‘kan ada oppadeul yang lain, kenapa mereka tak mau membukakan pintu.”
“mereka semua sedang malas. Jadi untuk berjalan membuakakan pintu saja meraka tidak mau. Hyeon~~ah ayo masuk” ajaknya.

Setelah masuk dorm, aku melihat semua oppadeul sedang sibuk dengan mainannya sendiri, eunhae couple sedang bermain-main dengan choco. Kyu oppa sedang asyik dengan gamenya. Sungmin oppa sedang menemani couplenya bermain game. Leeteuk oppa sedang fokus dengan ponselnya. Sedangkan shindong oppa sedang asyik menonton TV. Dan... yesung oppa sedang senyum-senyum sendiri dengan ipadnya.

Aku pun memutuskan untuk duduk di sebelah ryeowook oppa yang sedang berkutat dengan kertas dan pensil untuk membuat lagu. Selama di sini aku merasa mereka semua mengabaikan ku. Dari awal aku datang, mereka semua tak menyambut ku sama sekali. Huhh, apakah hari ini adalah hari sial ku, kenapa dari tadi aku sial terus hah.

“wahh, kenapa ada jihyeon disini.” Tiba-tiba hae oppa berteriak. Sontak, oppadeul yang lain pun ikut memandang ke arah ku.
“apakah kau baru melihat ku oppa, dari tadi aku sudah ada disini.” Jawab ku kesal.
“benarkah, mianhae hyeon~ah. Kami terlalu asyik bermain, jadi aku tak menyadari kalau kau datang.” Sambung leeteuk oppa.
“huh, menyebalkan.” Gerutu ku dalam hati.
“aaahhh, aku laparrrrr...” sekarang hyuk oppa yang gantian berteriak. Isshhh, apakah dia tidak tau jika aku sedang kesal.
“ryeowook~ah apakah kau tidak masak hari ini?”lanjut hyuk oppa.
“bagaimana mau masak, di dapur tidak ada bahan makanan yang bisa di masak.” Jawab ryeowook oppa.
“lalu bagaimana, aku juga lapar.” Kata shindong oppa sambil mengelus-elus perutnya.
“bagaimana kalau kita makan di luar saja.” Sambung kyu oppa.
“lalu siapa yang akan membayarnya?” tanya sungmin oppa.
“uuummm, dia.” Kyu oppa menunjuk leeteuk oppa dengan senyuman setannya.
“heeyy, kenapa harus aku. Kemarin kan aku sudah mentraktir kalian.” Protes leeteuk oppa.
“ohh, iya. Kalau begitu. KAU.” Tunjuk kyu oppa ke yesung oppa.
“heyy magnae kurang ajar, kenapa harus aku hah.”
“bukankah kau baru saja jadian dengan seorang yeoja?” jawab kyu oppa.
“mwooo???.” Mendengar jawaban kyuhyun oppa, semua member pun berteriak kaget.
“heyy .. heyy .. jangan percaya dengan magnae kurang ajar itu. Aku sama sekali tidak jadian dengan siapa-siapa” sanggahnya.
“lalu siapa yeoja yang kau telpon tadi malam?” tanya kyuhyun oppa.
“dia... dia hanya teman ku. Iya.. dia hanya teman ku” jawab yesung oppa tergagap.
apakah teman harus memanggil dengan sebutan “Chagi”?” sambung kyuhyun oppa.

Mendengar penjelasan yang di katakan kyuhyun oppa benar-benar membuat hati ku sakit. Ternyata, hal yang selama ini aku takutkan datang juga. Aku benar-benar ingin menangis sekarang. Tapi aku masih bisa menahannya di depan oppadeul.

“baiklah ... semua itu benar” jawab yesung oppa pasrah

Tak terasa air mata ku mulai jatuh, aku sudah tak bisa lagi menahannya. Dengan cepat, aku pun segera berjalan ke kamar mandi untuk menangis disana

“kenapa semua ini jadi sangat menyakitkan seperti ini. Kenapa cinta ku harus meyakitkan seperti ini.” Aku menangis sepuas ku di kamar mandi. Air mata ku seolah tak bisa berhenti. Tapi, dengan seluruh tenaga ku, aku mencoba untuk kuat dan tidak menangis lagi.

Setelah agak baikan, aku pun keluar dari kamar mandi dan kembali ke ruang tengah untuk berpamitan dengan oppadeul.

“oppa, aku ingin pulang dulu. Aku lupa jika aku ada janji dengan seseorang.” Ucap ku.
“kenapa cepat sekali, baru saja kami ingin mengajak mu makan diluar.” Jawab sungmin oppa.
“apakah janji mu itu tak bisa tunda hyeon~ah.” Kata hae oppa.
“ne, kau tunda saja janjian mu itu. Kau harus ikut dengan kami.” Bujul leeteuk oppa.
“tidak bisa oppa, aku tak bisa menundanya. Karna ini sangat penting.” Tolak ku.
“bisa. Pokoknya kau harus ikut hyeon~ah.” Sekarang sungmin oppa menunjukan wajah memelasnya.
“ne hyeon~ah, kau harus ikut kami.” Ucap hae oppa sambil menunjukan wajah memelasnya juga.
aku tak bisa menolak jika mereka sudah bersikap seperti itu. Dengan terpaksa, aku pun ikut makan bersama mereka.
“baiklah ... aku ikut.” ucap ku pasrah.
“ok, sekarang kita berangkat.”

                                                                          ***

Setelah 30 menit perjalanan, akhirnya kita tiba di sebuah restoran yang biasa di pakai oppadeul merayakan pesta mereka. Kami pun segera masuk ke dalam restoran itu dan memesan makanan. Setelah itu, kami pun duduk di kursi untuk menungu pesanan kami.

“kenapa lama sekali ya?” Keluh hyuk oppa.
“kita kan baru memesan makanannya hyuk~ah” jawab hae oppa.
“hyeon~ah, wajah mu terlihat sedikit pucat. Apakah kau sakit?” tanya yesung oppa pada ku.
“eeuummm, tidak. Aku hanya kelelahan oppa.” Jawab ku sedikit tergagap.
“ohhh, kalau begitu kau harus banyak istirahat. Ne?” nasehatnya.
“ne.” jawab ku singkat.

Tak beberapa lama, makanan yang kami pesan pun datang. Setelah semua makanan tersedia di atas meja, kami semua pun mulai untuk makan.

“kyuhyunie kau harus makan sayuran ini. Jangan makan daging terus.” Kata sungmin oppa sambil menaruh potongan sayuran ke dalam piring kyuhyun oppa.
“chagi, kau juga harus makan daging ini.” Ucap hyuk oppa sambil menyuapkan sepotong daging ke mulut hae oppa.
“gomawo chagi~ya.” Jawab hae oppa.
“Huh, kenapa couple-couple ini mengumbar keromantisan mereka disini.” Gerutu ku dalam hati.
“hyeon~ah, kenapa kau makan sedikit sekali. Pantas saja muka mu pucat sekali. Pasti makan mu tidak teratur. Makan lah ini. Kau harus makan yang banyak.” Tiba-tiba yesung oppa mengambilkan ku semangkuk nasi lagi dan menaruhnya di depan ku. Tuhan, kenapa dia perhatian sekali pada ku. Apakah orang yang sedang mempunyai yeoja baru selalu seperti itu.
“ne, gomawo oppa.” Ucap ku sambil tersenyum manis kepadanya. Dia pun membalas senyuman ku.

Oh tuhan, sebenarnya ada apa dengannya. Kenapa dia selalu membuat ku bingung seperti ini.

                                                                       ***

Setelah semua member selesai makan, kami pun memutuskan untuk kembali ke dorm. Di dalam perjalanan, kulihat semua member tertidur karena kekenyangan(?). tapi kulihat yesung oppa tidak tidur seperti yang lainnya. Dia hanya duduk diam seperti patung di sebelah ku.

“oppa, kau tidak ikut tidur seperti mereka.” Tanya ku padanya.
“tidak, akhir-akhir ini aku tak bisa tidur. Aku juga tidak tau kenapa.” Jawabnya.
“bukannya akhir-akhir ini kalian sibuk mengerjakan album ke 6. Pasti kau sangat kelelahan.”
“iya, aku juga merasa badan ku lelah sekali. Tapi tetap saja aku tak bisa tidur.”
“pasti kau sedang banyak pikiran, jadi kau tak bisa tidur.” Ucap ku mencoba menebak.
“bisa di bilang begitu. Lalu kau sendiri, apakah kau sedang memikirkan sesuatu akhir-akhir ini?”
“ne, aku benar-benar stress gara-gara ujian ku. Seminggu ini pekerjaan ku hanyalah belajar, belajar dan belajar.”
“semua itu pasti sangat membosankan.”
“tentu, aku juga sangat takut jika aku gagal di ujian ku kali ini. Kalau saja aku tidak lulus, aku harus mengulangi semester ini lagi selama 6 bulan.”
“tidak mungkin hyeon~ah, kau sudah belajar dengan keras. Kau pasti berhasil dalam ujian ini.”
“emmm, semoga saja.”
“sudahlah, kau tak usah khawatir. Kau pasti berhasil. Fighting hyeon~ah.” Katanya sambil merangkul pundak ku.

Gleeppp, lagi-lagi jantung ku berdetak sangat cepat dari biasanya. Oppa ... bisa kah kau berhenti membuat ku tersiksa seperti ini. Aku benar-benar sudah lelah dengan semua perasaan ini.

                                                                         ***

Sekarang aku sedang berada di kamar hyo ri, sahabat ku. Hari ini adalah hari paling melegakan, karna aku sukses menyelesaikan ujian ku. Dan sekarang waktunya untuk tidur dan menenangkan diri.
Dan kebetulan orang tua hyo ri sedang pergi keluar kota, jadi aku bisa menginap di sini untuk beberapa hari di sini.

“hyeon~ah, kemarin kau jadi ke dorm oppadeul suju?” hyo ri memulai pembicaraan.
“jadi.” Jawab ku singkat.
“lalu, apakah kau bertemu yesung oppa?” tanya hyo ri penasaran.
“ne, aku bertemu dengannya. Tapi, ada sesuatu yang membuat ku sakit.”
“wae.” Kata hyo ri sambil mendekatiku.
“ternyata, dia sudah mempunyai yeoja.” Kata ku sedikit terisak. “dia sudah mempunyai yeoja yang mungkin 1000 kali lebih baik dan lebih cantik dari ku. Aku tau ri~ya, pasti semuanya akan berakhir seperti ini. Cinta ku tak mungkin terbalas. Jujur, aku benar-benar lelah dengan semua ini. Setiap hari, aku hanya menangisi cinta bodoh ini.” Aku sudah tak tahan lagi menahan ari mata ku. Sekarang aku menumpah kan semua air mata ku di pelukan sahabat ku.
“tenanglah hyeon~ah... tenang...” ucap hyo ri mencoba menenangkanku.
“ri~ya, bukankah aku terlihat seperti orang bodoh. Aku mencintai seseorang yang tak pantas aku cintai. Aku sudah tau jika dia tak kan pernah membalas cinta ku. Tapi, aku tetap saja mencintainya, aku tetap saja menunggunya. Dan sekarang, aku menangisi sendiri cinta ku yang menyedihkan ini.”
“tidak hyeon~ah, kau pantas mencintainya. kau pantas mencintai semua orang di dunia ini. Kau tak boleh beranggapan seperti itu.”
“tapi aku merasa seperti itu, aku merasa sangat tak pantas menyukainya. Ri~ya, aku benar-benar sangat marah kepada tuhan, kenapa...kenapa tuhan memberi ku cinta yang menyedihkan seperti ini. Kenapa dia tak memberi ku cinta yang indah seperti kisah cinta kebanyakan orang.” Tangisan ku semakin mengeras, malam ini aku mengeluarakan semua rasa yang menganjal dalam hati ku. Memang begini caranya, aku menenangkan hati ku. Menangis, membuat ku merasa lebih baik.
“sudahlah hyeon~ah, uljima...uljima...”

setelah hyo ri menenangkan ku, aku merasa menjadi lebih baik. Memang hanya hyo ri lah yang mengerti perasaan ku saat ini. Mungkin jika aku menangis di depan orang lain, mereka akan menganggap ku sebagai yeoja cengeng dan bodoh.

“ri~ya, gomawo. Kau memang orang yang paling mengerti perasaan ku.” Kata ku sambil memeluknya erat.
“ne, cheonma. Sudahlah, jangan menangis terus. Apakah kau tau wajah cantik mu akan rusak jika kau menangis terus.” Godanya.
“yakk ri~ya, di saat yang seperti ini kau masih sempat untuk menggoda ku.” Kesal ku.
“hehehe, mianhae. Aku hanya tak mau melihat mu menangis terus. Jangan menangis terus, ne.”
“emmm, saranghae.” Hyo ri hanya tersenyum mendengar perkataan ku.

                                                                       ***

Deerrrttt...deerrrttt ... sepagi ini, kudengar ponsel ku sudah bergetar. Aku pun mengerjap-ngerjapkan mata ku untuk berusaha mengangkat telpon itu.

 “yeoboseyo oppa.”
“hyeon~ah, apakah kau bisa ke dorm sekarang.” jawab ryeowook oppa yang ada di seberang.
“memang ada apa oppa?” tanya ku
“yesung hyung sedang sakit sekarang. tapi tidak ada orang yang merawatnya. Kami semua ada jadwal manggung hari ini. Jadi kami tak bisa merawatnya. Apakah kau bisa datang kesini untuk merawatnya.
“mwoo... yesung oppa sakit. Baiklah ... aku akan segera kesana” Aku benar-benar shock mendengarnya.
“baiklah kalau begitu, aku tunggu kau.”

Dengan cepat aku pun merapikan diri ku dan segera menuju dorm suju. Setelah sampai di depan dorm, aku pun segera memencet bel, dan tak lama kemudian ryeowook oppa datang membukakan pintu untuk ku.

“hyeon~ah, cepat lah masuk.” Ajak ryeowook oppa. Tanpa basa-basi aku pun masuk kedalam dorm.
“hyeon~ah kau sudah datang.” Sambut leeteuk oppa. “kami ingin minta tolong pada mu, kau bisa merawat yesung selama satu hari ini kan. Kami tak bisa meminta tolong orang lain lagi selain kau. Tolong... kau bisa membantu kami kan.” Ucap leeteuk oppa.
“ne oppa. Aku akan merawatnya.” Jawab ku.
“gomawo hyeon~ah. Kalau begitu kami pergi dulu.” Kata leeteuk oppa sambil berjalan keluar dorm dan diikuti oleh member lain.

Setelah mereka semua sudah pergi, aku pun langsung berjalan menuju kamar yesung oppa. CKELEKK... aku membuka pintu kamar dengan perlahan dan segera mendekati yesung oppa yang sedang terbaring lemas di ranjang. Aku benar-benar miris melihat keadaannya, wajahnya terlihat sangat pucat, dan badannya pun sangat panas.

“oppa, kau kenapa, huh. Kenapa kau jadi sakit seperti ini. Minggu lalu aku masih melihat senyuman bahagia mu, tapi sekarang, kanapa kau jadi sakit begini” aku benar-benar tak tahan melihat keadaannya. Perlahan air mata ku mulai jatuh. Hati ku sakit, melihat namja yang sangat aku cintai terbaring lemah seperti ini.

“so young... so young...” aku mendengarnya memanggil-manggil nama seseorang. So young, siapa dia? Apakah dia adalah yeojachingunya?”
“so young~ah... so young~ah ....” dia terus saja memanggil nama itu berulang-ulang. Tuhan, kenapa hati ku jadi semakin sakit seperti ini. “Kim ji hyeon, tenangkan dirimu, tenang kan dirimu” kata ku mencoba menenangkan diri. “oppa...oppa... sadarlah.” Kata ku mencoba menyadarkannya.
“young~ah, kau ada disini.” Aku benar-benar sudah tidak tahan mendengar perkataan yesung oppa. Apakah dia tak tau, jika hati ku sangat sakit mendengar perkataannya itu.
“ani oppa, aku ji hyeon bukan so young.” Kata ku sambil menahan air mata ku.
“mianhae hyeon~ah.” Katanya dengan suara lemasnya.
“ne oppa, kau tunggu di sini saja. Aku akan mengambil obat-obatan di dapur.” Dengan segera, aku pun berlari menuju dapur untuk mengambil kompresan, dan beberapa obat-obatan untuk nya. Setelah semuanya siap, aku pun kembali lagi ke kamarnya. Dan dengan sigap, aku pun mulai merawatnya.

“oppa, bangun lah sebentar. Kau harus minum obat dulu.” Kata ku sambil membantunya bangun. Setelah memberinya beberapa obat, aku pun mulai mengompresnya.

Setelah lama aku mengompresnya, aku pun mengambil termometer untuk mengcek suhu badannya. “suhu badannya sudah mulai menurun, huuffttt, syukurlah.” Aku pun sedikit menyandarkan badan ku di sandaran tempat tidurnya. Badan ku terasa pegal-pegal setelah seharian menjaganya.

“hyeon~ah” terdengar dia memanggil ku dengan suara lemahnya.
“kau sudah bangun oppa” sebuah senyuman terkembang di wajahnya. Dan itu sukses membuatku, kembali terpesona.
“ne, apakah dari tadi kau yang merawat ku.” Tanyanya.
“ne oppa.” Dia kembali menunjukan senyuman manisnya. Dan berhasil membuat ku kembali terpesona.
“gomawo hyeon~ah.”ucapnya sambil terus tersenyum ke arah ku.
“Ya tuhan, kenapa ini. Kenapa lagi dengan diri ku. Kenapa aku jadi canggung sekali dengannya” Ujar ku dalam hati.

 Untuk mengembalikan keadaan, aku pun segera meminta izin ke dapur untuk membuatkannya bubur.

“oppa, aku mau kedapur dulu untuk membuatkan mu makanan. Dari tadi kan kau belum makan, kau tunggu dulu sebentar disini.”

Setelah bilang padanya, aku pun langsung berjalan keluar kamar untuk menenangkan diri ku sejenak. “aisshh, kenapa jantung berdetak cepat sekali. Apakah ini yang dinamakan penyakit jantung.” Ujar ku pelan.

Setelah sedikit tenang, aku pun segera menuju dapur untuk membuatkannya bubur.tak sampai 30 menit, bubur ku pun sudah jadi. “emmm, lumayan.” Kata ku sambil mencicipi sedikit bubur buatan ku. Setelah kurasa semuanya siap, aku pun kembali lagi ke kamarnya.

“oppa, bangun lah dulu. Kau harus makan dulu.” Kata ku sambil membantunya bersandar di sandaran tempat tidur. “ini, makanlah.” Aku menyodorkan semangkuk bubur yang tadi kau buat.
“apakah kau tak mau menyuapiku?” katanya manja.
“apakah kau tak bisa makan sendiri”
“ani, badan ku lemas semua. Memegang sendok pun aku tak kuat.” Jelasnya.
“hufff, baiklah.” Aku pun mulai menyuapkan sesendok demi sesendok makanan ke mulutnya. Dan keadaan canggung yang tadi muncul kembali. Jantungku pun mulai berdetak dengan cepat lagi. Untuk menormalkan keadaan lagi aku pun memulai pembicaraan dengannya.
“oppa, kenapa kau bisa sakit seperti ini?”
“emmm, mungkin aku hanya kecapekan.” Jawabnya.
“pasti ini gara-gara insomnia mu itu, jadi kau tak bisa istirahat.”
“mungkin. Tapi, ada juga faktor lain.”
“apa? Apakah gara-gara seorang yeoja?” tanya ku dengan hati-hati.
“yeoja apa? Aku tak pernah berurusan dengan seorang yeoja.” Bantahnya.
“kau tak bisa berbohong oppa, kemarin kau baru saja mengatakan kalau kau sudah mempunyai seorang yeoja.” Walaupun hati ku terasa sakit membicarakan ini, tapi aku masih sangat penasaran dengan hal ini. Jadi aku memberanikan diri untuk menanyakannya.
“iya, kau benar hyeon~ah. Aku sakit hanya gara-gara seorang yeoja. Aku benar-benar namja lemah.” Ucapnya.

“memang, apa yang yeoja itu lakukan sampai membuat mu seperti ini?”

”sesungguhnya, aku sudah berhubungan dengannya selama 2 bulan ini. Kau lihatkan, sebelum aku sakit begini, aku selalu terlihat bahagia. Bahkan, aku tak pernah berhenti tersenyum. Tapi, 2 hari yang lalu, aku melihatnya bersama namja lain. Dia bermesraan dengan namja lain di depan mata ku. Kau pasti tau bagaimana perasaan ku saat itu. Sangat sakit, benar-benar sangat sakit.” Aku melihat butiran air mata mulai menetes dari sudut matanya.
“andai dia bisa tau bagaimana perasaan ku kepadanya. Aku benar-benar sangat mencintainya. Aku mencintainya, lebih dari cinta ku pada diri ku sendiri. Tapi bodohnya aku, aku tetap saja tak bisa membencinya. Aku tetap saja mencintainya. Bahkan, tak ada sedikit pun niat untuk memutuskannya.” Aku benar-benar ingin menangis sekarang, tapi dengan sekuat tenaga ku, akan ku tahan di depannya.
”pasti yeoja itu sangat istimewa di hati mu sehingga kau sangat-sangat mencintainya?” tanya ku.

“ne. Dulu, dia adalah yeoja yang sangat baik dan polos. Tapi, setelah dia debut dia agak berubah.” Jelasnya. Aku hanya tersenyum menanggapi perkataanya. Aku sudah tak kuat untuk bertanya lebih jauh lagi tentang yeoja itu. Yang penting sekarang aku sudah tau bahwa yesung oppa sangat-sangat mencintainya. Jadi, tak mungkin jika dia akan membalas cinta ku.

CLEEKK... tiba-tiba ada seseorang yang membuka pintu kamar. Sontak, aku pun berbalik.

“hyung, apakah kau sudah baikan?” ternyata oppadeul sudah kembali dari pertunjukannya. Mereka pun segera menghampiri yesung oppa dan berdiri mengelilinginya.
“ne, aku sudah agak baikan. Ini semua berkat ji hyeon.” Jawab yesung oppa. Aku lihat semua orang kini memandangiku. Melihat ini, aku pun jadi salah tingkah.
“hyeon~ah, terimakasih kau telah merawatnya dengan baik.” Kata leeteuk oppa sambil memeluk ku.
“oh ya, apakah kau sudah makan hyeon~ah?” tanya ryeowook oppa.
“dia belum makan sema sekali dari tadi pagi. dia sibuk sekali merawat ku, sampai dia lupa makan.” Jawab yesung oppa mewakili ku.
“ya ampun hyeon~ah, kalau begitu kau tunggu dulu sebentar, aku akan memasakan sesuatu untuk mu.”
“ryeowook~ah, apakah kau tidak mau sekalian memasakan untuk ku. Dari tadi aku juga belum makan.” Ucap hyuk oppa.
“hyung, bukan kah kau sudah makan banyak tadi. Kenapa kau bilang kau belum makan.” Sambung kyuhyun.
“haisshh, kenapa kau harus bilang hah.” Kata hyuk oppa sambil mengepalkan tangannya hendak memukul kyuhyun oppa.
“hyung, aku kan hanya menyampaikan kebenaran. Kenapa kau marah.” Jawab kyuhyun dengan muka tidak bersalahnya. Sedang asyik-asyiknya aku menonton pertengkaran mereka berdua, tiba-tiba ku dengar ponsel ku berbunyi.

“oppa, hyo ri menelpon ku. Apakah aku boleh keluara sebentar.” izin ku sambil di sertai angukan semua member. Setelah itu, aku pun segera keluar untuk mengangkat telpon hyo ri.
“yeoboseyo ri~ya?”
“hyeon~ah, kau kemana saja huh. Dari tadi aku menelpon mu kenapa kau tidak menganggaknya.” Teriaknya.
“yakk, kenapa kau berteriak sekeras itu. Mian, tadi pagi aku tak sempat membangunkan mu karna aku terburu-buru.

“jadi sekarang kau ada dimana?”
“di dorm suju, kau tunggu saja di rumah mu. Aku akan segera kesana.” Setelah berkata seperti itu, aku pun langsung mematikan telpon ku dan kembali ke kamar ryeowook oppa.
“oppa, aku ingin pamit pulang dulu.” Ucap ku.
“kenapa buru-buru, aku kan belum memasakan mu.” Jawab ryeowook oppa kecewa.
“mianhae, aku ada janji dengan seseorang, jadi aku harus pulang dulu.”
“baiklah. Tapi besok kau harus kesini lagi.” Ucap ryeowook oppa lagi.
“ne, kalau begitu aku pulang dulu. Annyeong.” Kata ku sambil berjalan keluar.                         

@rumah hyo ri

“hyeon~ah, kenapa wajah mu terlihat sangat pucat. Apakah terjadi sesuatu lagi?” tanya hyo ri khawatir. Aku hanya diam sambil menatap kosong kedepan.
“ayolah hyeon~ah, ceritakan pada ku. Tak apa, menangislah jika kau ingin menangis.” Mendengar perkataan hyo ri, aku pun segera memeluknya dengan erat dan mulai menangis.
“ri~ya, ternyata benar dia sudah mempunyai yeoja lain di hatinya. Tadi dia bercerita semua tentang yeoja itu. Dia sudah bercerita seperti apa perasaannya kepada yeoja itu. Aku sangat sakit mendengar semua itu, hati ku sangat sakit ri~ya. Ternyata, tidak ada gadis lain dihatinya selain dia. Dia sudah sangat-sangat mencintai yeoja itu. Jadi, mana mungkin dia akan membalas cinta ku...” tangisan ku semakin mengeras. Aku benar-benar tak bisa menahannya. Aku ingin menangis sekeras-kerasnya sekarang.
“ri~ya, apakah sekarang waktu nya untuk melupakannya?”
“tidak hyeon~ah, kau harus tetap mencintainya, walaupun itu terasa sangat menyakitkan. Kau tak boleh menghiraukan rasa sakit itu. Tetap kuatkan hati mu. Karna aku percaya, kekuatan cinta yang tulus dapat menggalahkan apa pun. Kekuatan cinta yang tulus, akan membawa mu, keakhir yang bahagia. Jadi, kuatkan lah hati mu hyeon~ah.” Kata hyo ri meyakinkan ku. “sudahlah, jangan menangis terus, uljima...uljima...”

                                                                   ***

“Hyeon~ah bangunnnn, ini sudah pagi.” teriak hyo ri tepat di depan telingaku.
“ahhh, hari ini kan tidak ada kuliah ri~ya.” Jawab ku.
“tidak ada bagaimana? Hari in ada kuliah pagi, pabbo” teriaknya lagi.
“mwoo, kenapa aku bisa lupa.” Tanpa basa-basi, aku pun langsung berlari ke kamar mandi. Dan aku lihat hyo ri hanya mengelengkan kepala melihat tingkah ku ini.

@bus menuju kampus

“hyeon~ah, apakah kau sudah lebih baik sekarang.” tanya hyo ri pada ku.
“ne, kau tak usah mengkhawatirkan ku seperti itu.” Jawab ku.
“bagaimana, kalau kita jalan-jalan. Kemarin kan kita tak jadi jalan-jalan.”
“mianhae ri~ya, aku sudah berjanji pada ryeowook oppa untuk ke dorm lagi.”
“apakah kau yakin akan kesana lagi. Kau bisa menangis lagi jika bertemu dengan yesung oppa.”
“tak apa ri~ya, tidak mungkin kan kalau aku berbohong dengan ryeowook oppa.”
“baiklah, aku percaya pada mu. Hyeon~ah, fighting!!!!” aku hanya tersenyum menanggapi perkataan hyo ri.

Aku benar-benar beruntung mempunyai sahabat sepertinya. Dia selalu ada untuk ku, di saat aku sedih, dia selalu  menyemangati ku seperti tadi. Aku juga tak tau, jika tak ada dia, aku mungkin sudah bunuh diri karna terlalu frustasi dengan semua ini.

Akhirnya kami pun sampai di kampus. Dan sekarang kami sedang berjalan menuju ruang kelas kita. Setelah sampai di kelas kami memutuskan untuk duduk bersebelahan di kursi paling belakang.

“hyeon~ah, kau mau ke dorm kapan?” kata hyo ri memulai pembicaraan.
“nanti sore, sekitar jan 3 atau jam 4. Memang kenapa?” tanya ku penasaran.
“tidak, aku Cuma bertanya.” Aku melihat gelagat aneh hyo ri, dia kelihatan salah tingkah ketika ku tanya kenapa. Isshh, apa lagi yang dia rencanakan.

Tiba-tiba dosen ku pun datang, dan sekarang aku akan memulai kuliah ku.

~~~skip~~~

Akhirnya pelajaran hari ini berakhir, aku pun segera mendekati hyo ri untuk mengajaknya pulang.

“ri~ya ayo kita pulang.” Ajak ku.
“eemmm, hyeon~ah. Kau pulang dulu saja, aku ada sedikit urusan dengan dosen ku.”
“mwo, kenapa kau sampai berurusan dengan dosen kita. Memang kau melakukan apa.”
“bukan apa-apa, entahlah aku juga tidak tau. Sudahlah, kau pulang saja dulu, istirahatlah lagi, tadi malam kan kau tak bisa tidur.”
“baiklah, kalau begitu aku pulang dulu. Ingat, kalau ada sesuatu beri tau aku, arra?”
“ne, arraseo. Sudah sana, cepat pulang.” Kata hyo ri sambil mendorong ku ke luar kelas.

Author POV

Setelah jihyeon pulang, hyo ri buru-buru mengeluarkan ponselnya dan menelpon seseorang.

“yeoboseyo oppa?”
“yeoboseyo, ini siapa ya?”
“aku kim hyo ri, sahabatnya jihyeon.”
“ada perlu apa kau menelpon ku?”
“eemm, aku ingin membicarakan masalah jihyeon, apakah kita bisa bertemu sekarang?”
“masalah jihyeon? Memang ada apa dengannya?”
“pokoknya aku akan mengatakannya nanti setelah kita bertemu.”
“baiklah, kita bertemu sekarang di cafe dekat dorm ku saja.”
“ne oppa. Aku akan segera kesana.” Setelah menutup telponnya, hyo ri pun langsung bergegas menuju cafe, tempat janjiannya tadi.

Setelah menempuh perjalanan sekitar 30 menit, akhirnya hyo ri pun tiba di cafe itu. Sampai di depan pintu cafe, hyo ri segera mencari-cari ryeowook oppa yang tadi dia ajak ke sini. Ternyata ryeowook oppa duduk di kursi pojok belakang dengan mengunakan topi dan kacamata hitamnya. Hyo ri pun segera menghampirinya.

“annyeong oppa, aku kim hyo ri yang tadi menelpon mu.” Ucap hyo ri memperkenalkan dirinya.
“ohh, jadi kau kim hyo ri. Duduk lah” suruhnya. “jadi, kau mau memberitahu ku tentang apa.”
“ini tentang jihyeon oppa.” Kata hyo ri mengawali pembicaraannya. “sebenarnya, jihyeon menaruh perasaan pada yesung oppa.” Kata hyo ri langsung.
“menaruh perasaan pada yesung hyung? Maksudnya?” tanya ryeowook oppa tak mengerti.
“ sebenarnya, jihyeon menyukai yesung oppa.” Jelas hyo ri.
“mwoo?” ryeowook shock mendengar perkataan hyo ri. “apakah kau sedang bercanda.”

“ani oppa, aku mengatakan yang sebenarnya.” Kata hyo ri meyakinkan. “oppa, aku ingin minta tolong sesuatu pada mu.”
“apa?”
“kau taukan kalau yesung oppa sedang menjalin hubungan dengan seorang yeoja. Tolonglah, jaga perasaan jihyeon. Dia sudah banyak terluka karna cintanya pada yesung oppa.”
“jadi jihyeon sudah tau semua itu.” Tanyanya lagi.
“ne, dia tau semua itu langsung dari mulut yesung oppa. Pasti kau taukan bagaimana perasaannya saat mendengar semua itu. Iya, itu semua sangat sakit. Tapi, dia berusaha menyembunyikan semua perasaan sakitnya. Kau tau, hampir setiap hari dia menangis. Dia tidak pernah bisa tidur, dia hanya terus menangis untuk membuat hatinya lebih tenang. Jadi, tolonglah. Tolong jaga perasaannya, jangan buat dia terus seperti ini. Aku sudah tidak tahan melihat keadaannya sekarang.” setelah mendengar semua penjelasan hyo ri ryeowook hanya bisa diam. Dia tidak menyangka kalau jihyeon menyukai hyungnya. Dan bodohnya ryeowook tak pernah sadar akan hal itu. Dia tau, pasti hati jihyeon sudah terluka terlalu dalam.
“oppa” hyo ri mencoba menyadarkan ryeowook dari lamunannya.
“aahh, mianhae...”
“jadi bagaimana, kau bisa melakukan itu kan?”
“ne, akan ku usahakan.”
“gomawo oppa. Kalau begitu, aku pamit pulang dulu. Annyeong.” Kata hyo ri sambil berdiri dan meninggalkan cefe itu. Sedangkan ryeowook masih terdiam di kursinya. Dia benar-benar belum percaya dengan semua itu.

-Author POV end-

-Ji hyeon POV-

Sekarang aku sudah berada di depan dorm suju. aku pun segera memencet bel, dan tak lama kemudian sungmin oppa membukakan pintu untuk ku.

“hyeon~ah, ayo masuk” ajak sungmin.
“gomawo oppa, oh ya. Ryeowook oppa kemana?” tanyaku.
“sepertinya dia sedang ada di kamar yesung hyung.”
“oohhh, kalau begitu aku akan menyusulnya.” Aku pun segera berjalan ke arah kamar yesung oppa. Kulihat pintu kamar tidak tertutup. Aku pun segera mendekati pintu kamar, dan... seketika tubuh ku melemas melihat pemandangan di depan ku. Yesung oppa, dia sedang berciuman dengan seorang yeoja. “Tuhan, apakah aku harus melihat semua ini. Kenapa kau tak menghalangi ku supaya aku tak melihat hal menyakitkan ini. Tuhan, aku bennar-benar membenci mu...” aku sudah tidak tahan melihat semua ini. Hati ku hancur, rasanya lebih sakit dari yang kemarin. Dan tak terasa air mata ku sudah keluar dengan derasnya. Tanpa basa-basi, aku pun langsung berlari meninggalkan tempat itu da memilih untuk pulang.
“hyeon~ah...” aku mendengar suara ryeowook oppa memanggil ku, tapi aku tak menghiraukannya. Aku ingin menemui hyo ri sekarang. aku ingin menangis dipelukannya sekarang.

Yesung POV

“oppa, aku ingin mengatakan sesuatu pada mu”
“eemm, katakan saja.”
“oppa, bisa kah kita akhiri saja hubungan ini.” Aku kaget mendengar so young berkata seperti itu. Kenapa tiba-tiba dia berkata seperti ini. Apakah dia tidak tau jika aku tidak ingin berpisah dengannya.

“kenapa kau berkata seperti itu. Kau jangan bercanda young~ah.”
“tidak, aku tidak bercanda. Aku benar-benar ingin mengakhiri hubungan kita.”
“memang apa salah ku sampai kau mau mengakhiri hubungan kita. Jika aku membuat kesalahan tolong maafkan aku. Aku akan memperbaikinya.”
“tidak, kau tidak mempunyai kesalahan apapun. Hanya saja, aku sudah tidak mencintai mu lagi. Maaf, maaf kan aku.”
Aku sudah tidak tahan dengan semua ucapannya. Aku benar-benar marah dan kecewa dengannya. Entah kenapa, aku langsung saja menarik tubuhnya dan menciumnya.

Saat aku menciumnya, dia berusaha untuk memelepaskannya. Tapi tanganku menahannya. Aku ingin membuktikan, bahwa aku masih sangat-sangat mencintainya.

“mmmhhh...” so young mendorong ku dengan sangat keras, sehingga aku terdorong ke belakang dan melepaskan tautan bibir ku.
“cukup oppa, apapun yang kau lakukan pada ku, takkan bisa merubah keputusan ku. Mianhae.” Katanya seraya pergi dari kamar ku. Tapi dengan cepat tangan ku menahannya.
“apakah kau memutuskan ku gara-gara lelaki itu. Lelaki yang selalu menemanimu akhir-akhir ini.” Aku lihat so young sedikit tercengang mendengar perkataan ku.
“ne oppa, itu semua benar. Aku memutuskan mu karna aku sudah tak mencintai mu lagi. Aku sudah menemukan lelaki yang lebih baik dari mu. Sekarang sudah jelas kan. Jadi lepaskan aku.” Tubuh ku melemas mendengar semua penjelasannya. Kaki ku sudah tidak kuat lagi menopang tubuh ku. Perlahan-lahan tubuh ku pun terhuyung ke belakang.
“hyung, kau tidak papa” ryeowook tiba-tiba muncul dan segera menangkap badan ku.
“ne, aku tidak papa.” Kata ku. Ryeowook pun segera menuntun ku menuju tempat tidur.
“hyung, kau ada masalah apa dengan so young. Ayo ceritakan pada ku.” Tanya ryeowook khawatir. Sebenarnya aku  ingin sekali menangis, tapi aku mencoba untuk menahannya. Hati ku juga terasa sangat sakit, tapi sebagai seorang namja aku mencoba untuk menahannya.
“hyung, ayo ceritakan pada ku. Jangan diam saja seperti ini.” Kata ryeowook sedikit kesal pada ku. Setelah diam beberapa saat, aku pun memutuskan untuk bercerita padanya.
“ternyata, dia tidak benar-benar mencintai ku ryeowook~ah.” Kata ku memulai penjelasan ku.
|“apa maksud mu hyung?”
“ternyata di belakang ku, dia juga memiliki namja lain. Sebenarnya, aku sudah tau sejak lama tentang namja itu, tapi aku berusaha untuk tidak menanyakannya. Aku selalu berfikir, positif tentang namja itu. Karna aku tak ingin kehilangannya. Tapi sekarang, hari yang paling aku takutkan datang. Dia meminta untuk mengakhiri semua ini. Jujur, aku sangat berat untuk melepaskannya.” Jelas ku.
“kau benar-benar sangat bodoh hyung.” Kata ryeowook tiba-tiba. Aku pun kaget mendengar pekataanya. Ryeowook, dia adalah dongsaeng ku yang paling sopan pada ku. Dia tidak akan berani mengatai ku dengan sebutan “BODOH”. Tapi sekarang, dia mengatai ku bodoh.
“mianhae, hyung. Tapi kau benar-benar sangat bodoh. Apakah kau tidak tau, ada seseorang yang sangat mencintai mu. Dia selalu berada di samping mu. dia selalu ada untuk mu, hyung. Tapi karna kebodohan mu, mungkin sekarang dia sudah terluka. Dia sudah terluka terlalu dalam, dan mungkin saja sekarang dia sudah sangat-sangat membencimu. Hyung, kenapa kau seperti ini hah. Bahkan kau tak tau mana yeoja yang benar-benar mencintai mu dan tidak. Kenapa, kau mencintai yeoja yang tak mencintai mu sedikit pun dan, kenapa kau tak menyadari ada seorang  yeoja yang tulus mencintai mu.
“ryeowook~ah, apa maksud mu hah.” Tanya ku dengan nada sedikit tinggi.
“jihyeon, selama ini dia menyimpan perasaan pada mu. aku tau semua ini dari hyo ri, sahabat jihyeon. Sudah sekian lama jihyeon menyimpan perasaan ini, dan selama itu pula hatinya selalu tersakiti. Setiap kau bertemu dengannya kau pasti membicarakan tentang yeoja mu itu. Apakah kau tau hyung, hampir setiap hari dia menagis karna mu. jadi, tolong hyung. Jangan pikirkan lagi yeoja itu. Pikirlah kedepan, di depan mu ada seseorang yang sangat-sangat tulus mencintai mu.”
aku benar-benar kaget mendengar semua perkataan ryeowook. Ternyata selama ini jihyeon menyukai ku. Isshh, berarti selama ini aku sudah banyak menyakitinya. Yakk  kim jong woon, kau benar-benar namja bodoh yang sangat kejam. Kenapa kau begitu bodoh sehingga kau tak menyadari semua ini.

“hyung, tolong pikirkan lah.” Kata ryeowook seraya keluar dari kamar ku. ”ne, ryeowook~ah aku pasti akan benar-benar memikirkanya.” Ucap ku dalam hati.

                                                              ***

#1 WEEK LATER

Yesung POV

sekarang aku sedang berdiri di depan kaca sambil memandangi penampilan ku. “ kau memang sangat tampan kim jong woon.” Gumam ku pelan. Aku pun segera menyambar kunci mobil ku dan belari keluar.

“wow, hyung. Kenapa kau sudah rapi begini, bukankah hari ini kita sedang tidak ada jadwal.” Tanya kyuhyun pada ku.
“aku ada urusan dengan seseorang.” Jawab ku .
“pasti kau sedang PDKT dengan seorang yeoja lagi, iyakan hyung.” Sambung hyuk mengoda ku.
“isshh, sudahlah monyet menyebalkan. Berhentilah menanyakan privacy ku.” Jawab ku kesal.
“yaakk, hyung tadi kau memanggil ku apa, monyet menyebalkan . beraninya kau mengatai ku kepala besar.” Kata hyuk sambil bersiap untuk mengejar ku. Tapi dengan segera tangan seseorang menahannya. Yak, dia adalah couple sejatinya.
“sudahlah hyukie, tak usah hiraukan perkataannya. Duduk dan makanlah ini.” Kata donghae sambil menyuapkan sepotong buah kiwi ke mulut couple kesayangannya itu.
“isshh, mereka benar-benar menjijikan.” Ucap ku pelan. Aku melihat jam tangan ku, ternyata sudah menunjukan pukul  9. Aku pun segera berlari menuju mobil ku dan segera berangkat.

Setelah beberapa waktu, aku pun sampai di depan sebuah kampus. Ku lihat dari balik jendela mobil ku, kampus itu sudah ramai dengan lalu lalang para mahasiswa yang akan pulang. Dengan penyamaran lengkap, aku pun segera turun dari mobil dan menunggu di depan gerbang kampus itu.

“huh, kenapa dia lama sekali ya.” Gumam ku dalam hati. “bertahanlah kim jong woon, sebentar lagi pasti dia akan datang.” Hibur ku pada diri sendiri. Ternyata tebakan ku benar, orang yang telah lama aku tunggu sudah datang. Dengan hati-hati, aku pun segera menarik tangannya dan membawanya kedalam mobil ku.
“heeyy, siapa kau. Lepaskan…” teriaknya sambil meronta.
“tenanglah hyeon~ah, ini aku.” Kata ku sambil membuka topi dan kaca mata ku.
“oppa, kenapa kau ada di sini.” Tanyanya sedikit terkejut.
“sudah lah, masuklah dulu. Aku ingin membawa mu ke suatu tempat.” Kata ku sambil mendorongnya masuk ke mobil ku.
“oppa, sebenarnya kita mau kemana.” Tanyanya masih penasaran.
“setelah kita sampai kau pasti tau.”

Yesung POV end

 

Jihyeon POV

Aku benar-benar tak mengerti dengan tingkah laku yesung oppa yang tiba-tiba datang ke kampus ku dan langsung menarik ku kedalam mobilnya. Dan sekarang, dia mau membawa ku kemana. Molla? Aku juga tak tau, tunggu saja nanti lee jihyeon.

“nah, kita sudah sampai” katanya setelah kita sampai di sebuah tempat yang sudah tak asing lagi bagi ku. Inikan Nami island, mau apa dia membawa ku ke sini.
“yak, hyeon~ah. Kenapa kau hanya diam disitu. Kajja, kita jalan-jalan.” Katanya sambil menarik tangan ku lagi.
“oppa, mau apa kita kesini.” Tanya ku penasaran.
“ani, aku hanya ingin berjalan-jalan dengan mu.” Katanya lagi sambil mengenggam erat tangan ku.
“DEGG, jantung ku mulai berdetak dengan cepat lagi. tuhaannn ... sudah cukup kau membuat ku seperti ini.” Jerit ku dalam hati.
“hyeon~ah, ayo kita duduk disana” katanya sambil menunjuk sebuah kursi yang berada dibawah sebuah pohon sakura.
aku hanya mengangguk mengiyakan ajakannya.

Setelah kita duduk di kursi ini, kita berdua hanya diam sambil menikmati pemandangan yang ada di depan kami. Aku benar-benar benci dengan keadaan yang seperti ini. Kkeadaan ini malah membuat ku semakin gugup dan tidak nyaman.

“hyeon~ah” panggil yesung oppa sambil terus menggenggam erat tangan ku. Aku hanya mendongakkan kepala ku tanpa menjawab pertanyaanya.
“mianhae.” Katanya, yang berhasil membuat ku tercengang.
“maaf untuk apa?” Tanya ku tak mengerti.”
“ maaf untuk kebodohan ku selama ini.”
“apa maksud mu oppa, aku tak mengerti?” tanya ku tetap tak mengerti.
“benar kata ryeowook, aku adalah namja terbodoh yang ada di dunia ini. kenapa aku tak menyadari bahwa ada seorang yeoja yang sangat mencintaiku, padahal dia selalu ada di samping ku. Dan mengapa aku malah mengharapkan cinta dari seseorang yang sudah tak  mecintai ku lagi.”
“oppa, tolong berkatalah dengan jelas. Jangan buat aku semakin bingung seperti ini.”
entah kenapa, tiba-tiba saja dia langsung menarik tangan ku dengan sedikit kasar. Dan sedetik kemudian .... bibir ku sudah menempel di bibirnya. Aku hanya bisa membelalakan mata ku saat tiba-tiba dia mencium ku. Gooodd ... apa ini hanya mimpi? Tolong bangunkan aku jika semua ini hanya mimpi.
sekarang dia benar-benar mencium ku. Dia melumat bibir ku dengan sangat lembut, seakan dia tak mau menyakiti ku lagi. aku juga merasakan kesungguhannya dalam ciuman ini.
perlahan, dia mulai melepaskan tautan bibirnya dari bibir ku. Jujur aku sangat malu untuk menatap wajahnya. Aku pun hanya menunduk, berusaha menyembunyikan semburat merah di pipi ku.
“hyeon~ah, tataplah aku” katanya sambil mengarahkan kepala ku supaya menatapnya. Mau tidak mau, aku pun menatapnya dengan malu-malu.
“dengarkan perkataan ku baik-baik, ne.” Aku hanya mengangguk.
“saranghae...”  katanya, yang berhasil membuat ku terkejut.
“hyeon~ah, maafkan aku karna telah membuat mu menunggu terlalu lama. Dan maafkan aku, jika aku sudah membuat mu hati mu terluka. Tapi aku janji, mulai sekarang aku akan mengobati semua luka yang telah aku perbuat pada mu.”
 “jadi, bagaimana dengan mu. jika kau memaafkan ku, berarti kau juga menerima ku.?” katanya dengan penuh harapan.
“tapi, bukan kah kau sudah mempunyai yeoja lain.” Tanya ku dengan hati-hati.

“kata siapa, huh. Sekarang aku hanya mencintai mu, hanya ada kau dihati ku.” Katanya berusaha menyakinkan ku.

Entah keberanian dari mana, aku langsung mengecup bibirnya singkat. Lidah ku sangat kelu untuk menjawab pertanyaannya. Jadi aku memutuskan untuk mengecup bibirnya.

“apakah ini artinya kau mau memaafkan ku.” Aku hanya mengangguk.
“gomawo hyeon~ah, gomawo. Aku berjanji, aku akan mengobati semua rasa sakit mu. Aku berjanji, aku tak kan menyakiti mu lagi. Saranghae.” Katanya sambil memeluku erat.

Berada di pelukannya benar-benar membuat ku merasa nyaman. Sebenarnya, aku masih belum percaya dengan semua ini. Tapi, berada di pelukannya membuat ku sadar bahwa semua ini benar-benar nyata. Ternyata benar kata hyo ri, ketulusan cinta, akan membawa kita ke akhir yang bahagia.

 

0 Comment:

Posting Komentar

 

BLOGLOVIN' Template by Ipietoon Blogger Template | Gift Idea